Tampilkan postingan dengan label Tantangan 10 Hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tantangan 10 Hari. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 November 2019

[Bunsay-Semua Anak adalah Bintang] Empati

Game Level 7 - Hari 9


Di tengah perjalanan kami hari ini, tiba-tiba terlihat seorang bapak menyeberang jalan, menarik gerobak yang dinaiki oleh istri dan kedua anaknya. Entah mereka pulang ke rumah, atau gerobak itu adalah rumah mereka 😢. 

"Kak, lihat itu anak-anaknya di gerobak," saya menunjukkan ke Kakak, ingin tahu reaksinya.

"Mama, kasih uang dong. Aku pengen ngasih seratus ribu tapi aku ga bawa uang,"sahutnya cepat.

"Yah, gimana caranya ya, kita gak bisa berhenti di sini. Kita doain aja yuk supaya mereka dimudahkan rezekinya."

"Aku doain mereka supaya kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi. Anak-anaknya bisa sekolah. Kebutuhan sekundernya terpenuhi." Kebetulan baru belajar kelompok-kelompok kebutuhan di pelajaran IPS.

"Jangan lupa kebutuhan primernya dulu, Kak."

"Oh iya kebutuhan primernya juga."

Semoga doa Kakak dikabulkan oleh Allah subhana wa ta'ala. 

Masya Allah, dengan perasaan empati yang Kakak miliki, Kakak pun telah menjadi seorang bintang.


Jumat, 25 Oktober 2019

[Bunsay-Semua Anak adalah Bintang] Tata Surya

Game Level 7 - Hari 2


Hari ini giliran Adek Em yang jadi bintang 😁. Belum sempat merencanakan aktivitas hari ini, ide spontan muncul pas liat kotak isi planet-planet tata surya di rak. Boleh juga nih mengenalkan planet-planet ke Adek.

Adek saya persilakan membuka gulungan alas untuk meletakkan planet-planet.

Waktu kotak dibuka dan planet-planet mini ini terlihat, Adek nyeletuk, "Eh ini kan sama dengan di sekolah Adek. Tapi di sekolah gambar-gambar aja."

Wah... jadi figur planet-planet ini ternyata udah nyangkut di ingatannya, tapi dia belum ngeh planet itu apa. 

Tadinya Adek udah mau langsung ambil aja buat dimainin, eh tiba-tiba berhenti sendiri. "Eh, Mama contohin dulu deh." Kebiasaan di sekolah kalau aktivitas baru dicontohkan dulu oleh gurunya, baru diikuti. Dia pun duduk anteng memperhatikan saya meletakkan satu-satu matahari dan kedelapan planet tata surya.

Ekspresi dia saat saya menyebutkan nama-nama planet masih biasa saja. Saya fokuskan ke nama bumi, tempat kita semua tinggal. "Kasur itu bumi ya?" Hihihihihi....

Cukup untuk stimulasi pertama, kapan-kapan buka buku tentang tata surya dan main planet-planet mini lagi...

Senin, 16 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Angka: Simbol dan Jumlah

Game Level 6 - Hari 12

Adek sudah sering menghitung 1, 2, 3, dst lalu sudah lumayan hapal juga simbol angka 1-10. Nah, sekarang saya coba asosiasikan angka dalam bentuk simbol dan jumlah menggunakan Montessori beads. Untuk simbol angka sebenarnya sudah punya kartu-kartu angka yang dilaminating itu, tapi entah nyelip di mana 😓😓😓. Jadi nulis manual aja deh.

Saya minta Adek menaruh beads yang jumlahnya sesuai dengan simbol angka yang sudah saya tulis. Saya baru contohkan angka 1, disuruh kembalikan lagi beadnya ke kotaknya. Dia pengen langsung coba sendiri katanya 😄.


Beads ini dibuat berbeda warnanya sesuai jumlahnya, tapi Adek belum hapal. Jadi setiap mencari beads mana yang jumlahnya sesuai dengan angka yang diminta, dihitung satu-satu dulu olehnya. Kadang dia suka kesal sendiri kok ga ketemu beads yang jumlahnya dia pengen hihi.  Sempat ada yang salah hitung di angka 8 dia taruh beads berjumlah 9, dan di angka 9 ditaruh beads berjumlah 10. Ketika di angka 10, bingung beads mana lagi yang harus ditaruh. Saya biarkan saja sampai dia menyadari mana yang salah. Akhirnya dia hitung lagi beads warna biru yang tadinya ditaruh di bawah angka 8, eh ternyata harusnya 9. Lalu lanjut terkoreksi yang angka 8-nya juga. Masya Allah.


Setelah tekun menghitung, menyadari kesalahan, dan mengoreksi diri sendiri, Alhamdulillah selesai memasangkan beads dengan simbol angkanya. 

Minggu, 15 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Mengurutkan Warna

Game Level 6 - Hari 11

Selain mengurutkan kecil-besar dan pendek-panjang, mengurutkan warna muda-tua juga termasuk belajar matematika.

Adek sudah bisa membandingkan dua warna muda dan tua, sekarang saya coba tantang mengurutkan 7 gradasi warna.

7 gradasi warna hijau


Dimulai dari mana yang paling muda? Lalu dia mengelompokkan sendiri jadi dua grup warna muda dan tua. Yang tua ga boleh deket2 yang muda katanya 😅.
Taraaa...!


Pengen ikut mejeng juga


Sekarang giliran warna kuning. Tapi karena sudah mengantuk, baru sampai pengelompokkan warna muda dan tua saja.



Sabtu, 14 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Menghitung Uang

Game Level 6 - Hari 10

Salah satu faktor penting harus belajar matematika adalah supaya bisa menghitung uang 😄. Gak bisa hitung uang, nanti bisa ditipu sama partner transaksi yekan.

Dulu sewaktu Kakak belum paham angka ratusan, ribuan, apalagi puluhribuan, dia masih bingung kalau harus menghitung uang yang dia punya. Ketika sekarang sudah paham, jadi perhitungan kalau punya uang 😆 dan sudah bisa belanja sendiri.

Kemarin kami membeli sop buah, lalu dia menerima uang kembalian dari Abang penjualnya berupa 3 lembar uang Rp 10.000.

"Berapa Kak itu kembaliannya?" saya ngetes.

".... Tiga puluh ribu. Kan sepuluh ribunya ada tiga."

Wah, sekarang cepet ngitung perkalian puluh ribuan. Coba tes lagi ah.

"Kakak beli tiara ini harganya berapa?" saya menunjuk tiara yang beberapa hari lalu dia beli sendiri.

"Cuma tiga ribu"

"Kakak bayarnya pakai uang berapa?"

"Tiga ribu. Koin seribunya ada tiga." Tanpa sadar udah melakukan perkalian dan pembagian.

"Kalau Kakak bayar pake uang lima ribu, Kakak dapat kembalian berapa?"

"Ah, ga tau susah." 😅😅😅

"Kembalian kan sama dengan substraction kak. Lima ribu dikurangi tiga ribu."

"Ooooh..." mikir sebentar, "berarti dua ribu ya?"

Lulus ujian pengurangan 😁.





☘☘☘☘☘


Kamis, 12 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Mengelompokkan Warna

Game Level 6 - Hari 9

Masih edisi mengelompokkan warna, sekarang ada berbagai macam benda yang harus dikelompokkan ke dalam 10 jenis warna: merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, pink, coklat, hitam, dan putih.




Alhamdulillah, sudah lancar sekali kalau mengelompokkan warna. Walaupun sebenarnya udah ngantuk dan sempat tersisa dua benda lagi yang belum dikelompokkan, keburu ditinggal tidur 😄


[Bunsay-Matematika Logis] Warna dan Bentuk

Game Level 6 - Hari 8

Kembali belajar matematika dengan cara yang menyenangkan, sekarang bagian mengelompokkan warna dan mencocokkan bentuk sambil mengenal habitat hewan.

Ada tiga kelompok hewan yang dibedakan sesuai warna latar belakangnya, yang juga menunjukkan habitatnya, yaitu kelompok biru (udara/bisa terbang), kelompok hijau (darat), dan kelompok coklat (bawah tanah).



Pada poster latar belakangnya, tersedia juga bentuk-bentuk bayangan hewannya untuk memudahkan Adek mencocokkan.



Selesai mencocokkan hewan-hewan tersebut berdasarkan warna dan bentuknya, sekalian belajar science deh. Ada hewan apa saja di sana, dan di mana tinggalnya?



Rabu, 11 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Menuang Air

Game Level 6 - Hari 7

Aktivitas yang berhubungan dengan air sudah menjadi favorit Adek. Belajar matematika pun bisa lewat bermain air 😉. Menuang air dari satu wadah besar ke dua wadah kecil merupakan konsep dasar pembagian. Bagaimana Adek harus memperkirakan volume air yang harus dituangkan ke kedua wadah ini agar seimbang. Sekalian saya pakai botol bermulut kecil untuk memberikan tantangan lebih. Sebelumnya, tentu saya beri contoh dulu. Saya beritahu juga syarat untuk menuang air ini tidak boleh tumpah. Kalau tumpah, berarti ga seimbang bagi airnya (yang ini sih dalam hati aja bilangnya, takut kebanyakan ngasih pressure 👀).

Tuang ke botol pertama dulu

Lalu tuang ke botol kedua

Tanpa saya beritahu kapan harus berhenti, Alhamdulillah langsung berhasil. Karena tahu ga boleh tumpah, jadi Adek menuangnya cukup hati-hati. Walaupun tinggi airnya masih jauh dari leher botolnya, dia berhenti dulu lalu lanjut menuang sedikit-sedikit sampai hampir penuh. Kalau tuang-tuangan, Adek sudah sering melakukannya. Apalagi sambil mandi yekan, mandinya sampai ga kelar-kelar 😂. Tapi ini pertama kali Adek harus membagi airnya ke dua wadah.

Hampir sama tinggi airnya

Setelah dua kali bolak-balik bermain tuang-tuangan, terakhir botol airnya dimasukkan bola-bola hydrogel 😄.




Senin, 09 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Mengenal Frekuensi dan Arah

Game Level 6 - Hari 6

Sekarang Adek belajar matematika sambil menggosok gigi. Jangan bayangkan gosok gigi sambil mengerjakan soal matematika dengan kertas dan pensil ya 😆.

"Adek gosok gigi berapa kali?"

"Dua!" Pagi dan malam.

"Gosok gigi atas bawah berapa kali?"

"Tiga!" Maksudnya menggosok gigi 3 putaran, Gigi depan-belakang-atas-bawah lalu ulangi lagi sampai 3 kali.

"Gosok dari pinggir kanan dulu lalu ke pinggir kiri. Sikat giginya diputar-putar ya... Sekarang buka mulutnya aaaaa..."

Adek membuka mulut.

"Gosok gigi bawah dulu mulai dari belakang kanan, terus ke depan, terus ke belakang kiri. Terus sekarang yang atas, sama dari kanan, ke depan, terus ke kiri."

Saya menginstruksikannya tentu bukan cuma ngomong ya, tapi sambil contohin juga, karena Adek masih suka ketuker kiri dan kanan. 

Belajar rutinitas sikat gigi yang bersih sambil belajar frekuensi dan arah 😊.

[Bunsay-Matematika Logis] Panjang-Pendek, Menghitung 1-9

Game Level 6 - Hari 5

Adek masih belum move on dari board strip, pengen main panjang-pendek lagi. Karena board strip ini aslinya untuk Addition Board (apparatus untuk latihan penjumlahan), jadi ada tulisan angka di setiap stripnya. Paling pendek bertuliskan angka 1, paling panjang bertuliskan angka 9. Adek udah lumayan bisa baca simbol angka ini, jadi kalau diarahkan untuk mengurutkan angka dari 1 sampai 9 lebih lancar daripada disuruh mengurutkan dari paling pendek sampai paling panjang. Sekalian menanamkan asosiasi bahwa angka 1 = pendek; 9 = panjang. Letak urutannya masih suka-suka dia, lagi pengen dari atas ke bawah. Eh ternyata pas jadi, bentuknya piramida...

Taraaa,,,!

Minggu, 08 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Panjang-Pendek dan Mengelompokkan Warna

Game Level 6 - Hari 4

Awalnya saya berniat mengajak Adek belajar konsep panjang-pendek menggunakan board strip dari Addition Board punya Kakak. Gak punya Red Rods ala Montessori yang populer dipakai buat belajar panjang-pendek soalnya, jadi pakai yang ada aja 😛.

Mulai dari tiga tongkat aja dulu untuk menunjukkan mana yang panjang, lebih panjang, paling panjang. Sebelumnya kalau membandingkan antara dua tongkat, Adek sudah bisa membandingkan mana yang pendek dan panjang. Kalau tiga tongkat begini masih menantang untuk dia.  Ketika saya minta dia mengurutkan panjang-lebih panjang-paling panjang, tampaknya masih bingung dan semau-maunya walaupun udah dicontohin 😁.

Baiklah.... kalau gitu ganti dulu sorting warna aja. Kebetulan di addition board ini ada 3 warna, yaitu merah, biru, dan coklat. Kalau disuruh sorting warna sih lancar jaya.... Pas sorting warna, urutan pendek-panjangnya malah betul 😆.

Sambil boboan karena udah ngantuk 😃



Sabtu, 07 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Belajar Matematika di Dalam Kereta

Game Level 6 - Hari 3

Hari Jumat kemarin kami nebeng staycation di hotel tempat Abi rapat. Izin pulang lebih cepat, saya pulang ke BSD untuk jemput anak-anak lalu balik lagi ke Jakarta 😅.

Dari BSD ke Thamrin, kami naik KRL - bus Transjakarta - MRT. Lumayan dalam sehari mereka merasakan naik 3 transportasi publik yang berbeda.

Di dalam KRL, saya mengajak Adek memperhatikan hanging strap (tempat penumpang berdiri untuk bergelantung, apa bahasa Indonesianya ya?) dan menghitung berapa jumlahnya.


1, 2, 3, 4, 5. Ada 5 di atas kursi kami (kami duduk di kursi prioritas) dan 5 lagi di kursi seberang. Lalu saya minta Adek memperhatikan bentuk pegangannya. Ternyata yang di kursi prioritas dan di kursi biasa bentuknya beda. 


Saya tanya, "Kalau yang di atas kita bentuknya apa?"

"Kotak"

😅😅 

"Itu segi tiga. Ada tiga sisi, 1, 2, 3. Kalau yang warna putih di atas kursi2 sebelah sana, bentuknya apa?"

Mikir dulu sebentar, "Bulat."

"Iya betuuuul."

Di dalam kereta, Adek bisa menghitung jumlah dan belajar bentuk.




Kamis, 05 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Menghitung Waktu

Game Level 6 - Hari 2

Apparatus Montessori disimpan dulu, sekarang Kakak dan Adek belajar matematika dari lomba lari aja dulu. Permainannya, berapa detik yang dibutuhkan untuk lari dari pintu depan ke pintu belakang?

Berhubung Adek ga mau lomba bareng Kakak (takut kalah soalnya 😂), jadi larinya sendiri-sendiri lalu dibandingkan berapa detik antara Kakak dan Adek.

Pertama giliran Kakak, ini hasilnya. 2,98 detik. Harap maklum, rumah kami mungul jadi deket banget jarak antara pintu depan dan belakang 😁.


Ini hasil Adek. 4,18 detik. Tampaknya Adek belum paham kalau 4 detik lebih lama dari 2 detik (practically Kakak yang menang) jadi dia santuy aja, girang bisa lari 4 detik 😁. 

Selanjutnya, saya menantang mereka untuk lari lebih cepat mengalahkan waktu mereka sendiri. Kakak berhasil memecahkan rekornya sendiri, 2,91 detik.


Hasil Adek, jadi 4,34 detik hihihi...


Lalu Kakak pengen eksperimen, "Kalau aku larinya kaya sloth gimana ya?" Technically, sloth doesn't run, tapi saya ngerti lah maksudnya lari slow motion gitu 🤣. Waktunya 22 detik ternyata kalau lari ala sloth.


Belajar memahami konsep waktu sambil olahraga malam. Lebih penting lagi, mereka happy!






Rabu, 28 Agustus 2019

[Bunsay-Aliran Rasa] Membaca Membuka Cakrawala

Perkembangan teknologi telah membawa kita ke era digital. Data, transaksi keuangan, musik, sampai buku pun sudah terdigitalisasi. Apakah membaca buku digital adalah sesuatu yang buruk? Di satu sisi, kita dapat menghemat kertas dan ruang karena tidak lagi menggunakan fisik buku. Di sisi lain, pakar menyarankan untuk menghindari buku digital karena paparan sinar biru dari layar gadget dapat merusak kesehatan mata.

Anyway, saya masih menyukai interaksi dengan buku konvensional, melalui bau kertasnya dan suara gesekan lembar-lembarnya. Untuk anak-anak pun saya masih membelikan buku konvensional sampai rak bukunya penuh. Sambil membaca atau dibacakan, anak-anak terstimulasi motorik halusnya melalui gerakan membuka lembaran buku dan rabaan permukaan sampul dan halaman kertasnya. Tetapi saya tidak memungkiri bahwa di masa depan nanti mungkin posisi buku konvensional akan terganti sepenuhnya dengan buku digital. Teknologi berubah, manusia pun beradaptasi. Mungkin saja nanti tubuh manusia akan ikut berevolusi karena adaptasinya menghadapi layar gawai 24/7.

Apapun bentuknya, saya hanya ingin anak-anak saya memiliki kemampuan literasi yang baik. Kakak yang dominan auditori, di usia SD ini masih lebih suka read aloud dengan Mamanya. Kadang (iya kadang, gak selalu) setelah membaca saya "mengetes" pemahaman Kakak akan buku yang dibacanya melalui pertanyaan 5W1H. Adek, yang belum bisa membaca, masih suka dibacakan buku yang bergambar dan ada aktivitasnya. Sebagai anak-anak perempuan, buku-buku kesukaan mereka tidak jauh-jauh dari princess 😀. Tetapi saya baru amati akhir-akhir ini Kakak cukup antusias dengan buku-buku tentang hewan.

Bagaimana dengan saya sendiri? Kalau untuk menghadapi tantangan 10 hari ini, saya mengaku kalah. Waktu untuk membaca buku masih kalah dengan membaca HP 😰😰😰. Tapi untuk jangka panjang, saya tidak boleh kalah lagi dong. Bagaimana saya bisa menarik minat anak-anak untuk membaca jika mereka melihat Mamanya sendiri lebih sering pegang HP daripada buku?

Dengan berakhirnya game level 5 ini, bukan berarti tantangan saya berakhir. Di tengah-tengah gempuran Disney junior, Youtube, dan Netflix ini, tantangan orang tua jaman sekarang lebih besar untuk menjaga minat baca anak-anak. Semoga pohon yang tertempel di pintu kamar anak-anak ini akan bertambah rimbun.

Sabtu, 17 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 10

Dirgahayu Republik Indonesia!

Tema HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini adalah SDM Unggul Indonesia Maju. Dalam rangka mencetak SDM unggul, mari kita ajak anak-anak kita (dan diri kita sendiri) untuk membaca. Sekalipun buku-buku yang dibaca hari ini gak nyambung dengan hari kemerdekaan sih 😅.

Hari ini buku-buku yang dipilih Adek masih mengulang dari hari-hari sebelumnya. Ada Seri Pull Push Slide yang judulnya Busy Garden dan Wiffy Wilson tentang serigala yang tidak mau sekolah. Setelah 3 pekan mogok sekolah, Jumat kemarin akhirnya Adek mau sekolah lho karena ada lomba tujuhbelasan. Membaca Wiffy Wilson tentang asiknya sekolah karena banyak teman-teman dan kegiatan bermain semoga memotivasi Adek untuk mau sekolah lagi hari Senin nanti.

Ada satu buku yang baru dibaca lagi selama periode tantangan ini, yaitu Putri Alia dan Bola-Bola Coklat. Cocok nih, ceritanya tentang seorang putri yang tidak mau membagi bola-bola coklat dengan kakaknya dan tidak menggosok gigi sebelum tidur hingga keesokan paginya sang putri bangun dengan pipi bengkak. Sebagai anak pada usia egosentris, Adek kadang-kadang suka merebut dan tidak mau membagi makanan atau barangnya dengan Kakak. Ketika membacakan cerita ini, saya menyelipkan pesan personal kepada Adek, "Kalau punya makanan, Adek mau bagi-bagi ke Kakak ya. Kan Kakak juga baik suka bagi makanan ke Adek." Tadi sih dia ngangguk-ngangguk, semoga nanti pas punya makanan masih inget sama cerita Putri Alia 😃.

Jumat, 16 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 9


Senangnya hari ini sudah di rumah lagi. Sebelum tidur, saya sempat membacakan Adek satu buku, masih dari seri Push Pull Slide yang judulnya "Busy Swimming". Untuk bocah yang hobi belajar berenang, buku ini relatable banget. Lihat gambar seorang anak yang pakai ban lengan, saya mengingatkan Adek kalau dulu pun dia memakai itu. Dengan belajar berenang, sekarang bisa "upgrade" pakai swimming board dan lepas ban. Kalau terus belajar, nanti bisa lepas board seperti kakak-kakak di buku ini. Selesai baca, dia jadi terinspirasi untuk request berenang besok pagi 😁.

Kamis, 15 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 8

Kakak hari ini membaca buku di perpustakaan sekolah yang berjudul "Keluarga Nisa Berlibur". Ceritanya tentang Nisa dan kedua orang tuanya yang berlibur ke rumah nenek di Bandung. Nisa senang sekali di rumah nenek karena dibelikan baju baru. Mirip dengan pengalaman Kakak katanya, karena kami juga memiliki nenek di Bandung dan suka membelikan baju 😁.

Saya masih meneruskan membaca buku Atomic Habits, bab tentang melekatkan kebiasaan baik baru dengan kebiasaan lama. Misalnya kita terbiasa membuka HP ketika bangun tidur lalu kita ingin menanamkan kebiasaan baru beryoga ketika bangun tidur. Katakan kepada diri kita "saya akan membuka HP setelah beryoga". Simpel sih ya, tinggal mulai prakteknya 😁.

Rabu, 14 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 7

Hasil gambar untuk fourth industrial revolution schwab

Lagi-lagi di tengah-tengah periode tantangan saya harus dinas luar kota meninggalkan anak-anak 😞. Sebelum pergi, saya sudah berpesan agar Kakak menceritakan buku yang dia dan Adek baca. Tapi laporan belum juga masuk 😅, ya sudah giliran Mamanya saja yang setor di hari ke-7. Kebetulan buku ini sudah lama dibaca dalam rangka tugas kantor, tetapi sangat relevan dengan kehidupan generasi yang hidup di masa sekarang. "The Fourth Industrial Revolution" menceritakan fenomena revolusi industri keempat yang dipicu oleh teknologi-teknologi baru seperti kecerdasan buatan, data raksasa, internet of things, dan robotik. Teknologi ini tidak hanya merevolusi cara kerja industri, tetapi juga mengubah model bisnis di sektor jasa dan finansial, mengubah komposisi tenaga kerja di masa depan, dan semakin menghilangkan batas negara secara virtual. Buku ini menggambarkan dunia macam apa yang akan dihadapi oleh anak-anak kita di masa depan dan menantang kita untuk memikirkan strategi mempersiapkan mereka. 

Selasa, 13 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 6


Memasuki hari ke-6, tampaknya Adek memimpin posisi dengan jumlah buku paling banyak nih. Soalnya bukunya tipis-tipis 😄. Kali ini senang rasanya melihat lantai kamar yang dipenuhi buku-buku berserakan. Tandanya tadi anak-anak habis baca buku.

Hari ini Adek request dibacakan seri Pull-Push-Slide. Semacam buku yang bisa dimain-mainkan oleh anak-anak, jadi lebih menarik untuk mereka. Buku pertama adalah Busy Garden. Hewan-hewan apa saja yang ada di taman ya? Lalu Adek juga disuruh menghitung jumlah bunga berdasarkan warnanya. Sekalian belajar warna dan angka deh.



Buku kedua adalah Busy Farm. Kali ini kita melihat hewan-hewan dan aktivitas apa saja yang ada di peternakan. Adek sudah hapal semua nama hewan-hewan yang ada dibuku ini. 

Senin, 12 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 5


Sedihnya hari ini karena pulang malam dari kantor, hanya sempat bertemu anak-anak sebentar saja. Selesai saya mandi, Kakak sudah tertidur sebelum saya sempat bertanya apakah sudah menyelesaikan membaca majalah Bobo hari ini. Adek pun sudah kucek-kucek mata tandanya ngantuk. Saya tanya apakah Adek mau dibacakan buku, dia mengangguk-ngangguk sambil memilih buku Sleeping Beauty. Seperti kakaknya, dia juga senang melihat-lihat gambar dan dibacakan buku-buku princess-ey seperti ini. Ceritanya saya ubah-ubah sedikit, misal di cerita aslinya para peri menyampaikan sihir baik untuk Aurora, saya bilang para peri mendoakan hal-hal baik 😅.

PR membaca buku untuk saya masih sama, mencicil Atomic Habits.