Tampilkan postingan dengan label Hari 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari 7. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Menuang Air

Game Level 6 - Hari 7

Aktivitas yang berhubungan dengan air sudah menjadi favorit Adek. Belajar matematika pun bisa lewat bermain air 😉. Menuang air dari satu wadah besar ke dua wadah kecil merupakan konsep dasar pembagian. Bagaimana Adek harus memperkirakan volume air yang harus dituangkan ke kedua wadah ini agar seimbang. Sekalian saya pakai botol bermulut kecil untuk memberikan tantangan lebih. Sebelumnya, tentu saya beri contoh dulu. Saya beritahu juga syarat untuk menuang air ini tidak boleh tumpah. Kalau tumpah, berarti ga seimbang bagi airnya (yang ini sih dalam hati aja bilangnya, takut kebanyakan ngasih pressure 👀).

Tuang ke botol pertama dulu

Lalu tuang ke botol kedua

Tanpa saya beritahu kapan harus berhenti, Alhamdulillah langsung berhasil. Karena tahu ga boleh tumpah, jadi Adek menuangnya cukup hati-hati. Walaupun tinggi airnya masih jauh dari leher botolnya, dia berhenti dulu lalu lanjut menuang sedikit-sedikit sampai hampir penuh. Kalau tuang-tuangan, Adek sudah sering melakukannya. Apalagi sambil mandi yekan, mandinya sampai ga kelar-kelar 😂. Tapi ini pertama kali Adek harus membagi airnya ke dua wadah.

Hampir sama tinggi airnya

Setelah dua kali bolak-balik bermain tuang-tuangan, terakhir botol airnya dimasukkan bola-bola hydrogel 😄.




Rabu, 14 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 7

Hasil gambar untuk fourth industrial revolution schwab

Lagi-lagi di tengah-tengah periode tantangan saya harus dinas luar kota meninggalkan anak-anak 😞. Sebelum pergi, saya sudah berpesan agar Kakak menceritakan buku yang dia dan Adek baca. Tapi laporan belum juga masuk 😅, ya sudah giliran Mamanya saja yang setor di hari ke-7. Kebetulan buku ini sudah lama dibaca dalam rangka tugas kantor, tetapi sangat relevan dengan kehidupan generasi yang hidup di masa sekarang. "The Fourth Industrial Revolution" menceritakan fenomena revolusi industri keempat yang dipicu oleh teknologi-teknologi baru seperti kecerdasan buatan, data raksasa, internet of things, dan robotik. Teknologi ini tidak hanya merevolusi cara kerja industri, tetapi juga mengubah model bisnis di sektor jasa dan finansial, mengubah komposisi tenaga kerja di masa depan, dan semakin menghilangkan batas negara secara virtual. Buku ini menggambarkan dunia macam apa yang akan dihadapi oleh anak-anak kita di masa depan dan menantang kita untuk memikirkan strategi mempersiapkan mereka. 

Rabu, 26 Juni 2019

[Bunsay-Family Project] Penjumlahan

Game Level 3 - Family Project - Hari 7

Hari ini proyek peningkatan kecerdasannya kembali ke matematika. Sekalian refresh karena udah sebulan libur sekolah, saya memberikan "PR" worksheet penjumlahan untuk Kakak. Worksheet ini saya print dari salah satu web Montessori. Kalau lihat worksheetnya memang gampang banget ya. Kalau di Montessori, memang untuk belajar matematika itu ditekankan untuk memahami pola dulu. Kebetulan Kakak sudah paham konsep penjumlahan (bukan menghapal 1+1 = 2) jadi sudah bisa proceed ke worksheet.


Kalau penjumlahan begini udah cingcay buat Kakak, next pengurangan!

Rabu, 01 Mei 2019

[Bunsay-Melatih Kemandirian] Brush...Brush...Brush Our Teeth (3)

Game Level 2 - Melatih Kemandirian - Hari 7

Latihan kemandirian hari ini tertunda 😩. Seharusnya lanjut melatih Adek menyikat gigi sendiri, tapi di dua kesempatan menyikat gigi hari ini belum bisa dipraktekkan.

Karena tadi kami harus berangkat pagi-pagi, supaya cepat kegiatan sikat gigi Adek masih dibantu mulai dari mengambilkan sikat gigi, pasta gigi, hingga membuka dan menutup keran air. Hanya bagian sikat giginya saja yang sendiri karena memang dia yang keukeuh ingin sikat sendiri. Oke lumayanlah ada tahap yang dilakukan sendiri.

Sementara sikat gigi malam hari terpaksa diskip karena.... Adek ketiduran sambil makan kerupuk 😫. Haduuuuh pesta pora deh itu kuman-kuman di mulutnya.


Kegagalan ini tentunya memberikan pelajaran untuk saya sebagai "pelatih". Pertama, dalam melatih kemandirian memang perlu waktu yang longgar dan kesabaran yang tak terbatas. Latihan mandiri tidak bisa diburu-buru. Kalau memang darurat harus buru-buru, ya apa mau dikata harus kompromi dengan keadaan dan menunda latihan. Kedua, seharusnya saya lebih peka menangkap sinyal kalau Adek sebenarnya benar-benar mengantuk. Tadi dia menolak diajak ke kamar dengan alasan ingin makan kerupuk dulu. Saya keasyikan nonton TV hanya beberapa menit, eh suami ngasitau kalau anaknya udah tidur sambil megang kerupuk 😭😭😭. Besok saya harus mempersiapkan lebih matang supaya tidak gagal lagi!


Selasa, 02 April 2019

[Bunsay-Komunikasi Produktif] Blackpink

Game Level 1 - Komunikasi Produktif - Hari 7

Setelah kemarin saya freak-out dengan kata "jatuh cinta", kali ini saya tepok jidat lagi gara-gara Blackpink. Tahu kan girlband Korea yang jadi bintang iklan Shopee itu?

Ketika anak kita sudah bersekolah dan bersosialisasi dengan dunia di luar rumah kita, artinya kita harus bersiap-siap dengan exposure nilai-nilai asing yang mungkin berbeda dengan nilai-nilai yang kita ajarkan di rumah. Saya tidak mengharamkan Youtube dan televisi di rumah, tetapi saya membatasi tontonan yang boleh dilihat hanya cerita atau lagu anak-anak. Jadi bayangkan bagaimana kagetnya saya ketika Kakak tiba-tiba tahu Blackpink.

"Mama, ada Blackpink!" seru Kakak ketika iklan Shopee ditayangkan.

"Kok Kakak tahu Blackpink?"

"Iya, kan Mawar dan Melati (bukan nama teman Kakak yang sebenarnya) pada seneng Blackpink. Mereka sering ngomongin di sekolah. Kalau Blackpink datang ke sini mereka mau nonton."

Pening pala Barbie. Tenang, jangan panik dan overreactive. Saatnya AJAK DISKUSI, JANGAN LANGSUNG MELARANG.

"Menurut Kakak, lagu-lagu Blackpink itu buat anak-anak bukan?"

"Bukan."

"Jadi sebenarnya Kakak boleh dengar lagu Blackpink, ngga?"

"Ngga."

"Oke, jadi walaupun teman-teman Kakak suka Blackpink, bukan berarti Kakak harus ikut suka juga kan ya?"

"Iya, Ma aku tahu." Typical kalimat Kakak kalau udah bosen dinasehatin nih 😁.

Oke deh, Mama gak perlu panjang lebar dulu ngomongnya daripada masuk kuping kiri keluar kuping kanan.

Duh, Blackpink...Blackpink...