Tampilkan postingan dengan label Hari 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari 12. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Angka: Simbol dan Jumlah

Game Level 6 - Hari 12

Adek sudah sering menghitung 1, 2, 3, dst lalu sudah lumayan hapal juga simbol angka 1-10. Nah, sekarang saya coba asosiasikan angka dalam bentuk simbol dan jumlah menggunakan Montessori beads. Untuk simbol angka sebenarnya sudah punya kartu-kartu angka yang dilaminating itu, tapi entah nyelip di mana 😓😓😓. Jadi nulis manual aja deh.

Saya minta Adek menaruh beads yang jumlahnya sesuai dengan simbol angka yang sudah saya tulis. Saya baru contohkan angka 1, disuruh kembalikan lagi beadnya ke kotaknya. Dia pengen langsung coba sendiri katanya 😄.


Beads ini dibuat berbeda warnanya sesuai jumlahnya, tapi Adek belum hapal. Jadi setiap mencari beads mana yang jumlahnya sesuai dengan angka yang diminta, dihitung satu-satu dulu olehnya. Kadang dia suka kesal sendiri kok ga ketemu beads yang jumlahnya dia pengen hihi.  Sempat ada yang salah hitung di angka 8 dia taruh beads berjumlah 9, dan di angka 9 ditaruh beads berjumlah 10. Ketika di angka 10, bingung beads mana lagi yang harus ditaruh. Saya biarkan saja sampai dia menyadari mana yang salah. Akhirnya dia hitung lagi beads warna biru yang tadinya ditaruh di bawah angka 8, eh ternyata harusnya 9. Lalu lanjut terkoreksi yang angka 8-nya juga. Masya Allah.


Setelah tekun menghitung, menyadari kesalahan, dan mengoreksi diri sendiri, Alhamdulillah selesai memasangkan beads dengan simbol angkanya. 

Senin, 06 Mei 2019

[Bunsay-Melatih Kemandirian] Cuci Alat Makanmu Sendiri (2)

Game Level 2 - Melatih Kemandirian - Hari 12

Hari pertama puasa merupakan hari yang exciting untuk anak-anak, terutama bagian buka puasanya 😅. Walaupun Adek belum puasa, tapi dia tetap ingin ikut sibuk mempersiapkan menu buka puasa. Dikasih tugas untuk aduk-aduk es buah saja dia sudah senang. Antusiasmenya berlanjut ketika sudah selesai makan es buah. Tanpa disuruh, dia bawa sendiri mangkok bekas kakaknya (yang punya dia belum habis soalnya) ke tempat cuci piring. Lalu dia bilang, "Adek mau cuci piring." Waaah tentu boleh dong!

Dengan susah payah dia mencoba menggapai keran, akhirnya terbuka juga walaupun aliran airnya masih kecil. Saya minta izin untuk memutarkan kerannya lagi supaya airnya lebih banyak. Setelah membasahi mangkok, dia masih celingkukan mengingat-ingat harus melakukan apa selanjutnya. Saya beritahu kalau mangkoknya perlu digosok dengan sabun. Kali ini posisi tangannya sudah benar, tangan kiri memegang mangkok, tangan kanan memegang sabut. Kelihatannya masih agak kesulitan memegang mangkok sambil menggosok, beberapa kali sempat terjatuh karena licin. Jadi mangkoknya ditempel ke dadanya supaya diam 😄. Baju belepotan busa sabun pun biarlah.



"Udah, Ma" katanya sambil memberikan isyarat minta tolong dibukakan keran. Kemudian dibilas sampai busanya benar-benar bersih. Setelah itu, eh mangkoknya ditaruh lagi di tumpukan panci kotor hahahaha...


"Kalau udah bersih ditaruhnya di sana ya, Dek," kata saya sambil menunjuk rak piring bersih.

"Oh iya," sambil tersenyum malu.

Saya pikir dia sudah selesai, ternyata dia mengambil lagi mangkok kotor lain. Dengan langkah-langkah yang sama, dia mencuci mangkok tersebut dan kali ini sebelum selesai saya ingatkan lagi kalau alat makan yang sudah bersih ditaruh di rak 😬.

Selesai mencuci mangkok, dia berseru lagi dengan bangga, "Adek bantuin Mama ya, Adek kan udah gede." Huwaaaa iya bener, Dek, kamu sudah besar 😊.


Senin, 08 April 2019

[Bunsay-Komunikasi Produktif] Antara Sholat dan Makan

Game Level 1 - Komunikasi Produktif - Hari 12

Karena keasyikan main di luar sampai pukul 17.30, kakak baru mandi sore menjelang waktunya Sholat Maghrib. Benar saja, selesai dia mandi, berkumandanglah adzan Maghrib.

Saya tadinya ingin menyuruh Kakak dulu sholat dulu baru makan malam, tapi saya coba untuk GANTI KATA MEMERINTAH DENGAN MEMBERIKAN PILIHAN.

"Kakak, udah adzan Maghrib. Lebih baik sholat atau makan dulu ya?"

"Makan." Mantap bener jawabnya, udah laper kayanya.

"Kalau gitu Kakak makannya ga boleh sambil main supaya cepat selesai. Kalau Kakak sholat dulu, makannya bisa lebih santai."

Dia meneruskan berpakaian sambil berpikir. Saya biarkan dulu karena saya sedang bersiap-siap berbuka puasa.

10 menit kemudian, loh kok ga keluar-keluar kamar ya. Kirain mau ambil makan. Ketika saya hampiri kamarnya, ya ampun ternyata dia malah lagi rekam dirinya sendiri sedang bercerita ala-ala vlogger.

"Ehem, Kakak belum makan? Tadi katanya mau makan dulu. Kalau belum makan, ya sekarang sholat dulu aja." Saya berupaya BERBICARA DENGAN INTONASI RENDAH. Padahal dalam hati mah gemes.

"Hehe iya Ma aku lagi bikin vlog."

Akhirnya dia sholat dulu baru makan. Tapi pakai intermezzo ngevlog dulu 🙈🙈🙈.