Tampilkan postingan dengan label Hari 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari 10. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Menghitung Uang

Game Level 6 - Hari 10

Salah satu faktor penting harus belajar matematika adalah supaya bisa menghitung uang 😄. Gak bisa hitung uang, nanti bisa ditipu sama partner transaksi yekan.

Dulu sewaktu Kakak belum paham angka ratusan, ribuan, apalagi puluhribuan, dia masih bingung kalau harus menghitung uang yang dia punya. Ketika sekarang sudah paham, jadi perhitungan kalau punya uang 😆 dan sudah bisa belanja sendiri.

Kemarin kami membeli sop buah, lalu dia menerima uang kembalian dari Abang penjualnya berupa 3 lembar uang Rp 10.000.

"Berapa Kak itu kembaliannya?" saya ngetes.

".... Tiga puluh ribu. Kan sepuluh ribunya ada tiga."

Wah, sekarang cepet ngitung perkalian puluh ribuan. Coba tes lagi ah.

"Kakak beli tiara ini harganya berapa?" saya menunjuk tiara yang beberapa hari lalu dia beli sendiri.

"Cuma tiga ribu"

"Kakak bayarnya pakai uang berapa?"

"Tiga ribu. Koin seribunya ada tiga." Tanpa sadar udah melakukan perkalian dan pembagian.

"Kalau Kakak bayar pake uang lima ribu, Kakak dapat kembalian berapa?"

"Ah, ga tau susah." 😅😅😅

"Kembalian kan sama dengan substraction kak. Lima ribu dikurangi tiga ribu."

"Ooooh..." mikir sebentar, "berarti dua ribu ya?"

Lulus ujian pengurangan 😁.





☘☘☘☘☘


Sabtu, 17 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 10

Dirgahayu Republik Indonesia!

Tema HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini adalah SDM Unggul Indonesia Maju. Dalam rangka mencetak SDM unggul, mari kita ajak anak-anak kita (dan diri kita sendiri) untuk membaca. Sekalipun buku-buku yang dibaca hari ini gak nyambung dengan hari kemerdekaan sih 😅.

Hari ini buku-buku yang dipilih Adek masih mengulang dari hari-hari sebelumnya. Ada Seri Pull Push Slide yang judulnya Busy Garden dan Wiffy Wilson tentang serigala yang tidak mau sekolah. Setelah 3 pekan mogok sekolah, Jumat kemarin akhirnya Adek mau sekolah lho karena ada lomba tujuhbelasan. Membaca Wiffy Wilson tentang asiknya sekolah karena banyak teman-teman dan kegiatan bermain semoga memotivasi Adek untuk mau sekolah lagi hari Senin nanti.

Ada satu buku yang baru dibaca lagi selama periode tantangan ini, yaitu Putri Alia dan Bola-Bola Coklat. Cocok nih, ceritanya tentang seorang putri yang tidak mau membagi bola-bola coklat dengan kakaknya dan tidak menggosok gigi sebelum tidur hingga keesokan paginya sang putri bangun dengan pipi bengkak. Sebagai anak pada usia egosentris, Adek kadang-kadang suka merebut dan tidak mau membagi makanan atau barangnya dengan Kakak. Ketika membacakan cerita ini, saya menyelipkan pesan personal kepada Adek, "Kalau punya makanan, Adek mau bagi-bagi ke Kakak ya. Kan Kakak juga baik suka bagi makanan ke Adek." Tadi sih dia ngangguk-ngangguk, semoga nanti pas punya makanan masih inget sama cerita Putri Alia 😃.

Sabtu, 04 Mei 2019

[Bunsay-Melatih Kemandirian] Brush...Brush...Brush Our Teeth (6)

Game Level 2 - Melatih Kemandirian - Hari 10

Tadinya hari ini saya mau menceritakan aktivitas kemandirian yang baru, tetapi pagi ini saya sangat terkesan dengan progress yang ditunjukkan oleh Adek dalam menyikat gigi sendiri. Rasanya saya merasa perlu menambah satu cerita lagi sebagai apresiasi untuk Adek.

Setiap Sabtu pagi, kegiatan Kakak dan Adek adalah kursus berenang. Saya bangunkan Adek ketika jam sudah menunjukkan pukul 7.15 sedangkan jadwal berenang pukul 08.00.

"Adek, bangun yuk. Kan kita mau berenang."

Adek sebenarnya termasuk anak yang mudah dibangunkan, apalagi jika hari itu ada kegiatan yang menarik. Benar saja, sekali dibangunkan dia langsung membuka mata.

"Yuk, kita cuci muka dan sikat gigi dulu," ajak saya.

Ngulet-ngulet dikit dulu, baru dia turun dari tempat tidur.

"Adek mau sikat gigi sendiri ya, Mama ga usah temenin ya," katanya. Wuidih... gaya bener.

Kebetulan saya memang harus membereskan perlengkapan untuk berangkat berenang, jadi saya biarkan dia masuk kamar mandi sendiri. Tapi sambil saya intip-intip juga tentunya, kali-kali dia butuh bantuan.

Ambil sikat dan pasta gigi, lalu buka keran untuk membasahi sikat giginya. Wah, buka kerannya ga terlalu kencang lagi. Aliran airnya pas. Kemarin dia sudah berhasil mengoleskan pasta gigi dengan ukuran yang tepat, hari ini juga begitu. Sikat gigi depan, belakang, atas, bawah, kumur-kumur, semua sukses dilakukan sendiri. Kalau sikat gigi pagi-pagi memang saya lepas sendiri saja. Setelah selesai kumur-kumur, saya sudah siap-siap mengingatkan dia untuk menutup pasta gigi dan menyimpannya lagi ke tempat semula. Ternyata tanpa perlu saya ingatkan, dia sudah merapikan semuanya. Alhamdulillah, semua tahap dilakukan sendiri tanpa perlu intervensi 😊.

Keluar dari kamar, langsung dia laporan sama Kakak, Abi, dan Mbaknya, "Adek tadi udah bisa sikat gigi sendiri lho, Adek kan udah gede." Hari ini cerita itu mungkin diulang sampai tiga kali, hihihi...  Terlihat sekali kalau dia bangga dengan dirinya sendiri.

Sabtu, 06 April 2019

[Bunsay-Komunikasi Produktif] Medan Perang Mama

Game Level 1 - Komunikasi Produktif - Hari 10

Di postingan kali ini mungkin saya akan lebih banyak bercerita tentang diri saya sendiri - walaupun tetap berkaitan dengan komunikasi produktif saya dengan Kakak.

Bagi saya dan mungkin semua ibu-ibu di muka bumi ini, akhir pekan sama melelahkannya dengan hari-hari kerja. Setiap Sabtu pagi, saya harus mengantar Kakak dan Adik berenang (kalau sedang tidak haid, saya ikut berenang juga). Membangunkan anak-anak bukan hal yang sulit, apalagi Kakak terbiasa bangun Subuh walaupun libur. Menyuruh mereka (termasuk suami) bersiap-siap pergi adalah medan perang pertama saya di hari Sabtu 😅.
"Kakak, Adik, siap-siap ya kita berangkat berenang jam 8."
Alhamdulillah ada Mbak yang sigap membantu menyiapkan anak-anak, kali ini tidak ada drama harus naikin oktaf.

Eh tapi, sang suami masih aja tidur waktu saya lihat ke kamar.
"Hun, ayo udah jam 8."
"Kalian berangkat aja dulu sekarang"

😓😓😓😓

Saya bete berat deh. Kalau soal kemampuan sih saya mampu aja antar anak-anak sendiri, tapi kan kalau libur gini pengennya berangkat lengkap yah.

"Maksudnya gimana?"
"Kamu berangkat dulu bawa mobil sama anak-anak. Nanti aku nyusul ke sana."
Saya gak bisa nahan untuk gak ngomong ketus (😭😭), "Ya udah kunci mobil sama STNK mana?"

Gagal komunikasi produktif deh.

💖💖💖💖💖

Tahu dong rasanya habis berenang itu enaknya tidur, tetapi mulai pekan ini Kakak ada les piano di siang harinya. Jadi tidur siang harus saya coret dari jadwal Sabtu. Mood dari pagi yang udah gak enak dikombinasikan dengan rasa ngantuk dan lelah, wow kalau disenggol bisa jadi Tiger Mama nih. Tapi kegagalan komprod pagi tadi memacu saya untuk mencegah kegagalan-kegagalan lain, setidaknya untuk hari ini.

Waktunya Sholat Ashar, seperti biasa saya bertugas sebagai alarm yang berbunyi untuk mengingatkan Kakak.

"Kak, udah waktunya Sholat Ashar, jangan lupa sholat ya."

"Iya, Ma."

Tapi Kakak tetap ga beranjak dari kamarnya.

5 menit kemudian.

"Kakak, mau sholat jam berapa?" TETAP MENJAGA INTONASI JANGAN SAMPAI NAIK.

"Iya, Ma bentar lagi."

5 menit kemudian, alhamdulillah Kakak bergerak juga ke kamar mandi untuk berwudhu. One victory for today!

Setelah sholat, waktunya mandi sore. Sudah mendekat ke kamar mandi dan lepas baju, Kakak main-main dulu dengan melempar-lempar baju kotornya 🙎.
"Lihat, Dek! Kakak bisa nangkep bajunya dong."

Saya tepok jidat aja deh. Oke, biarin dulu main bentar. 1 menit, 2 menit, kok belum selesai juga.
"Kakak kapan mau mandinya?" MASIH MENJAGA INTONASI DI OKTAF PERTAMA.

"Iya, iya, Ma." Setelah lempar tangkap dua kali, baru masuk kamar mandi. Bebas lah kak, bebaaaas.

Selesai mandi, eh ternyata dia lupa bawa handuknya ke dalam kamar mandi, jadi dengan kondisi badan basah dia jalan ke jemuran handuk. Selain badannya yang basah, tentunya keset kering dan lantai kamar saya jadi basah juga dong. Padahal di dalam kamar mandi ada juga keset khusus yang daya serap airnya tinggi, tapi dilewat sama dia.

Ingat, Mama, gak usah marah-marah. FOKUS PADA MASA DEPAN, BUKAN MASA LALU.

"Kakak, nanti ingat bawa handuknya dulu sebelum mandi. Terus kalau udah selesai mandi, keringin dulu kakinya di keset yang dalam kamar mandi supaya keset luar ini gak basah. Keset yang ini gak nyerep air soalnya." TETEP JAGA INTONASI.

"Oke, Ma." Dih, pendek amat jawabnya 😹.

Setelah itu, saya amazed sama diri sendiri. Wow ternyata saya bisa juga mengurangi frekuensi ngomel-ngomel dengan cobaan-cobaan penguji kesabaran yang datang beruntun selama satu hari ini 😬. Di medan perang ini, saya berperang dengan nafsu amarah diri sendiri yang seringkali tidak terkontrol. Walaupun belum 100% berhasil, boleh lah saya beri apresiasi diri saya sendiri yang merasa sudah ada perkembangan positif sejak masuk Kelas Bunsay 👏👏👏.