Tampilkan postingan dengan label Hari 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari 8. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Warna dan Bentuk

Game Level 6 - Hari 8

Kembali belajar matematika dengan cara yang menyenangkan, sekarang bagian mengelompokkan warna dan mencocokkan bentuk sambil mengenal habitat hewan.

Ada tiga kelompok hewan yang dibedakan sesuai warna latar belakangnya, yang juga menunjukkan habitatnya, yaitu kelompok biru (udara/bisa terbang), kelompok hijau (darat), dan kelompok coklat (bawah tanah).



Pada poster latar belakangnya, tersedia juga bentuk-bentuk bayangan hewannya untuk memudahkan Adek mencocokkan.



Selesai mencocokkan hewan-hewan tersebut berdasarkan warna dan bentuknya, sekalian belajar science deh. Ada hewan apa saja di sana, dan di mana tinggalnya?



Kamis, 15 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 8

Kakak hari ini membaca buku di perpustakaan sekolah yang berjudul "Keluarga Nisa Berlibur". Ceritanya tentang Nisa dan kedua orang tuanya yang berlibur ke rumah nenek di Bandung. Nisa senang sekali di rumah nenek karena dibelikan baju baru. Mirip dengan pengalaman Kakak katanya, karena kami juga memiliki nenek di Bandung dan suka membelikan baju 😁.

Saya masih meneruskan membaca buku Atomic Habits, bab tentang melekatkan kebiasaan baik baru dengan kebiasaan lama. Misalnya kita terbiasa membuka HP ketika bangun tidur lalu kita ingin menanamkan kebiasaan baru beryoga ketika bangun tidur. Katakan kepada diri kita "saya akan membuka HP setelah beryoga". Simpel sih ya, tinggal mulai prakteknya 😁.

Sabtu, 29 Juni 2019

[Bunsay-Family Project] Membuat Clay

Game Level 3 - Family Project - Hari 8


Sekalian mengisi liburan sekolah, saya mendaftarkan Kakak dan Adik ke Workshop Membuat Clay. Kegiatan ini selain melatih motorik halusnya Adik, juga menstimulasi kreativitas Kakak dan Adik. 


Di meja sudah disediakan contoh bentuk-bentuk yang bisa dibuat dari clay, tapi tiap anak dibebaskan untuk membuat apa saja. Adik masih nurut-nurut aja sama Tante-tante pembimbingnya, hehe jadi dia membuat strawberry seperti contoh. Kalau Kakak, dia memutuskan untuk membuat kue ulang tahun lengkap dengan lilinnya, jembatan, dan bentuk bola😁. Selain membentuk clay, mereka juga boleh mewarnainya.

 Nah ini clay yang sudah dibentuk oleh Kakak, sedang dijemur supaya kering dan keras.


Taraaa...sudah selesai membuat dan mewarnai claynya.

Qadarullah, salah satu clay yang diwarnai oleh Kakak terjatuh dan pecah πŸ˜₯. Terlihat wajahnya kecewa, tapi dia cukup ikhlas. "Gak apa-apa, kan masih ada clay lain yang aku buat," katanya. "Nanti bisa dipasang lagi pakai lem tembak ga ya?" Hmmmm mari kita coba nanti ya, Kak.

Selain melatih kreativitas, tanpa direncanakan Kakak juga belajar mengelola emosinya ketika terjadi hal yang tidak diduga.

Kamis, 02 Mei 2019

[Bunsay-Melatih Kemandirian] Brush...Brush...Brush Our Teeth (4)

Game Level 2 - Melatih Kemandirian - Hari 8

"Adek, semalam ketiduran lagi ya gak gosok gigi," kata saya tadi pagi.

Eh dia nyengir 😬, "Gigi Adek banyak kumannya ya."

"Wah iya tuh, kita usir yuk kumannya," saya ajak dia menyikat gigi sebelum mandi.

Mengambil sikat gigi dan pasta gigi sudah lancar, hanya memang kontrol tangannya untuk membuka-menutup keran dan memencet pasta gigi masih perlu dilatih terus.

"Sekarang kumannya udah pergi belum, Ma?" tanyanya sambil pamer gigi yang sudah disikat.

"Alhamdulillah udah, enak ya kalau udah sikat gigi kumannya kabur."


Kamis, 04 April 2019

[Bunsay-Komunikasi Produktif] Kakak yang Sedang Sedih

Game Level 1 - Komunikasi Produktif - Hari 8

Ketika sore tadi saya sampai di rumah, seperti biasa Kakak dan Adik menyambut saya di ambang pintu. Kebetulan saya membawa belanjaan cemilan yang selalu disambut girang oleh mereka berdua, tetapi kali ini tumben hanya Adik yang heboh. Wajah Kakak malah terlihat sedih. Wah, kesempatan untuk melanjutkan OBSERVASI TANPA INTEROGASI nih.

"Kakak kok mukanya kelihatan sedih?" tanya saya hati-hati.

Pertanyaan saya disambut. Dia menarik saya untuk mendekat.

"Kakak mau cerita tapi Mama jangan bilang siapa-siapa kecuali Abi," bisiknya.

Saya dalam hati agak heran campur geli, mengapa Kakak harus berbisik padahal hanya ada Adik di situ. Ada apa nih sampai harus dirahasiain?

Kakak melanjutkan ceritanya, "Tadi Kakak tuh sedih, Kakak udah bilang sama Mbak dan Adik jangan turun dulu pas aku mandi. Tapi mereka malah turun duluan. Aku tuh ngerasanya kaya aku (dianggap) ga ada."

Ooooh...anak sulungku yang sangat peka perasaannya. Saya harus MENUNJUKKAN EMPATI terlebih dulu nih.

"Oh, jadi Kakak sedih karena ditinggal sendiri ya?"

"Iya padahal aku tuh udah teriak 'kok pada turun' tapi Mbak ga denger."

"Hmm..mungkin Mbak lupa ya nungguin Kakak."

Percakapan kami terpotong karena Adik heboh membongkar belanjaan lalu Kakak pun ikut-ikutan ambil cemilan πŸ˜….

Belum tuntas menggali perasaan Kakak, besok lanjut lagi deh kalau Kakak perasaannya sudah lebih enak. Sementara ini, semoga cemilan oleh-oleh dari Mama bisa menghibur sejenak.