Tampilkan postingan dengan label Hari 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari 1. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2019

[Bunsay-Matematika Logis] Pink Tower

Game Level 6 - Hari 1

Materi di Level 6 adalah tentang menstimulasi kecerdasan matematika logis. Sejak mengikuti Training Montessori 2 tahun lalu, saya mulai paham bahwa matematika itu bukan hanya mengerjakan soal berhitung dan bergulat dengan rumus-rumus memusingkan. Belajar matematika adalah melatih logika, sesederhana membedakan besar-kecil, panjang-pendek, banyak-sedikit, hitam-putih. Jadi betapa senangnya saya di Game Level 6 ini hasil belajar saya dari Training Montessori bisa sangat bermanfaat.

Hari pertama dimulai dengan Adek bekerja menggunakan apparatus paling populer di dunia Montessori: The Pink Tower *bagi saya sih, soalnya warnanya pink 😂. Belajar matematika bisa dengan cara menyusun balok-balok menjadi menara, lho! Balok-balok ini harusnya berjumlah 10 buah, tapi sayangnya balok paling kecil lagi nyelip entah ke mana jadi tinggal 9 buah 😅.

Voila! Menaraku jadi!
Untuk menjadi menara seperti ini, Adek masih dipandu oleh saya. Kalau tidak dipandu, urutan baloknya semau-maunya dia aja jadi asimetris 😬. Sebenarnya yang lebih penting bukan masalah menaranya simetris atau tidak, tapi dalam proses menyusun ini, Adek harus membandingkan mana balok yang lebih besar atau kecil di antara yang lainnya. Pertama saya bertanya ke Adek mana balok paling besar? Kadang langsung benar, kadang salah juga. Kalau salah, saya tanya lagi jika balok yang dia pilih dibandingkan dengan balok yang benar, lebih besar mana? Jadi Adek belajar konsep besar dan kecil. Dengan membanding-bandingkan dua balok seperti itu, akhirnya jadi deh menara yang berurutan dari balok paling besar hingga paling kecil.
Membandingkan dua balok, mana yang lebih besar?


Setelah jadi, jumlah baloknya dihitung: 1, 2, 3, ......, 9.  Sekarang Adek pengen bikin menara desainnya sendiri. Bebaskeunlah!
Desain 1

Desain 2
Bikin menara ngacak gitu, apa cuma biar Adek seneng aja? Ternyata membuat menara yang secara kasat mata ga beraturan ini ada proses belajarnya juga lho. Membuatnya menaranya bisa tegap berdiri begini harus lewat proses trial and error dulu, alias pada berjatuhan dulu baloknya. Misal ketika balok kecil langsung ditindih oleh balok paling besar, ya pasti roboh lah ya. Ketika roboh, Adek mencoba kombinasi balok-balok yang lain lagi, sampai jadi deh dua jenis desain seperti di atas. Secara tidak sadar, Adek sudah belajar mengukur kombinasi balok seperti apa yang bisa membuat menaranya tegap juga. Hmmm udah cocok jadi ahli teknik sipil, Dek! #mamaambisius


Kamis, 08 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 1

Tantangan level 5 ini semakin menarik saja, membuat proyek membaca buku sekeluarga. Mengajak anak-anak membaca insya Allah tidak sulit. Buku sudah tersedia selemari penuh, minat membaca sudah terbangun walaupun gak kaya kutu butu amat. Tantangan besarnya mengajak Abinya membaca buku 😂. Sejak sebelum menikah saya sudah tahu kalau dia tidak terlalu suka membaca. Boro-boro novel, komik aja ngga suka 😁. Sekarang karena tuntutan pekerjaan dan lingkungan paling rutinnya membaca berita online dan press release. Tantangan lainnya, tentu saja memaksa diri saya sendiri menyelesaikan membaca 1 buku 😁. Dulu novel tebal bisa dilahap 1 hari, sekarang buku 400 halaman harus dicicil 5 halaman per hari, itu juga gak tiap hari 😅. Jadi senang juga sih ada tantangan ini. Selain mengingatkan saya untuk tetap rajin mengajak anak-anak membaca buku, juga memecut diri saya sendiri untuk meneruskan membaca buku-buku yang sudah tebal debunya *uhuk.



Di Reading Trackers ini adalah daftar buku-buku yang rencananya akan dibaca dan dibacakan selama periode tantangan. Punya Mama hanya dua karena Mama realistis 😂. Sesuai buku yang lagi dibaca yaitu Atomic Habits, lebih penting membangun kebiasaan-kebiasaan kecil tapi konsisten. Karena saya baru bisa baca malam hari ketika anak-anak tidur, jadi cuma bisa baca beberapa halaman sebelum tidur. Kenapa gak bisa baca pas di perjalanan di kereta, misalnya? Karena megang buku sambil berdiri di kereta penuh itu susah, Mak! Abi masih dikasih tanda tanya dulu deh 😆.


Salah satu tahapan dalam tantangan ini yang exciting tentu saja: membuat Pohon Literasi! Punya anak-anak perempuan yang hobi crafting tentu harus diberdayakan ya. Mama kasi lihat contoh pohon literasi dari Mak Yulita, komentar Kakak, "Itu mah bagus Mah, susah bikinnya!" Hihihihi,,, ya sudah Kakak membuat pohon sebisanya saja. Lalu niat diwarnain dengan teknik gradasi gitu karena di sekolah baru diajarin katanya.



Nah, ini buku-buku yang dibacakan untuk Adek di tantangan hari pertama. Buku-buku ini gak ada di Reading Tracker karena memang ini bukan buku-buku di rumah kita 😅. Pas kebetulan lagi survey kafe untuk kegiatannya Kejar Cantik Sehat, di kafe ini tersedia satu rak isi buku anak-anak. Total 5 buku deh yang minta dibacakan oleh Adek. Sebagai bayi tipe visual-kinestetik, buku yang paling disuka yang seri Buka-Tutup karena tangannya bisa ikut gerak-gerak 😀.


Kakak yang sudah bisa baca sendiri, memilih dua buku ini. Ini buka udah bolak-balik dibaca berkali-kali dan memang pilihannya sendiri ketika ada acara beli buku di Books Day di sekolahnya.


Alhamdulillah, pohon yang tadinya botak sudah mulai muncul daun-daunnya! Daun warna hijau muda menandai buku yang dibaca oleh Kakak, sedangkan daun warna merah menandai buku yang dibacakan untuk Adek.

Kamis, 13 Juni 2019

[Bunsay-Family Project] Berhitung

Game Level 3 - Family Project - Hari 1



Sesungguhnya di suasana post-Lebaran dengan support system yang belum lengkap (baca: ART masih mudik)  membuat saya kurang fokus untuk memikirkan family project untuk misi peningkatam kecerdasan anak ini. Saya baru menentukan aja kalau partner Game Level 3 adalah si Kakak. Di usianya yang 8 tahun, banyak hal-hal menantang yamg bisa digali untuk bahan family poject. Tadinya pengen skip hari pertama karena hari ini pagi saya di kantor, sore sampai malam menemani anak-anak playdate dengan teman-temannya. Rasanya gak ada waktu untuk proyek-proyekan.

Tapi setelah baca motivasi dari Bu Fasil tercintakuh, saya mikir masa sih seharian penuh ga ada sama sekali aktivitas yang bisa meningkatkan kecerdasan Kakak. Akhirnya kepilih salah satu aktivitas untuk meningkatkan IQ: menghitung uang! 😁

Tadi sore Kakak playdate ke Kidzania dengan teman-teman sekelasnya. Bagi yang belum tahu, di Kidzania anak-anak bisa "pura-pura" mencoba berbagai profesi kemudian mendapatkan upah dalam mata uang Kidzos. Walaupun uang pura-pura, anak-anak mah tetep aja seneng berasa dapet uang beneran.

Setelah bekerja di beberapa tempat, Kakak menghitung penghasilannya. Nominalnya ada yang 5, 10, dan 20. Awalnya pusing juga dia menghitung total Kidzos yang dia dapat.

Saya suruh pisahkan dulu uangnya sesuai nominalnya masing-masing.

Kakak menghitung lembaran uangnya sambil bergumam, "Yang 5 ada 3 jadi 5, 10, 15. Yang 10 ada 6, jadi 10, 20, 30, 40, 50, 60. Yang 20 ada 4 berarti 20, 40, 60, 80."

Tanpa sadar dia sudah melakukan perkalian ya sebenarnya. Instead of ngapalin 5x3 =15, 10x6 =60, dan 20x4 = 80, Kakak menyebut kelipatannya, yang merupakan konsep dasar perkalian.


"Jadi 15, 60, 80 berapa jumlahnya Ma?" Kalau jumlah puluhan harus ditulis di kertas sementara saat itu kami sedang tidak membawa alat tulis.

"15+60+80=155," jawab saya membantunya.

"Asyiiiik uangku udah 155!"

Alhamdulillah ya Kak, dapet gaji dan bisa ngitung juga gajinya 😬.


Kamis, 25 April 2019

[Bunsay-Melatih Kemandirian] Membuat Minum Sendiri

Game Level 2 - Melatih Kemandirian - Hari 1

Bismillah, selamat datang di Level 2! Topik di Game Level 2 ini adalah "Melatih Kemandirian". Kali ini gantian Adek yang jadi bintang utama 😁. Dengan usianya yang baru tiga tahun, saya pikir akan banyak ruang eksplorasi untuk melatih kemandiriannya dan memang di usianya ini lagi pengen "apa-apa sendiri". Sementara Kakak yang sudah berusia tujuh tahun (eh besok delapan tahun lho dia) alhamdulillah udah banyak mandiri, nanti susah mikirin ide buat bahan setoran tantangan.  😜

Sebelum periode tantangan dimulai, sebenarnya saya sudah punya daftar empat hal yang ingin saya latih untuk kemandirian Adek. Eh kemarin muncul ide lain di luar daftar tersebut ketika si Adek bilang, "Mah, pengen teh."

Hmmm, kenapa nggak disuruh bikin teh manis sendiri aja ya? Selama ini selalu saya buatkan dengan alasan bahaya jika dia mengambil air panas sendiri dan nanti gula cepet habis kalau tumpah-tumpah.  

"Yuk, kita bikin teh sama-sama," ajak saya.

Sesuai dugaan, dia pasti semangat kalau diajak melakukan sesuatu bersama-sama.

Pertama, saya instruksikan untuk mengambil gelasnya sendiri. Dia memang sudah tahu di mana letak gelasnya dan sudah sering mengambil sendiri, jadi tahap ini lancar jaya.


Kedua, menuangkan gula dengan sendok. Mulai dari membuka toples, menyendok gula lalu menuangkan ke gelas, sampai menutup kembali toplesnya. Untuk takaran gula masih saya instruksikan.



 Ketiga, mengambil teh dan menaruhnya ke dalam gelas. Untuk membuka kotaknya masih saya ajarkan dulu. Lalu dia merobek bungkus tehnya sendiri.



Keempat, bagian paling menegangkan (lebay): mengambil air panas dari dispenser. Kalau mengambil air biasa sih sudah sering sendiri tapi kalau air panas ada tombol safety yang harus ditekan dulu jadi saya ajarkan dulu caranya, baru dia mencoba sendiri. Tak lupa saya ingatkan, "Hati-hati ya, airnya jangan sampai kena tangan karena panas."


Alhamdulillah sukses! Lanjut dengan campuran air biasa.


Kelima, tinggal aduk-aduk deh.


Voila, teh manis buatan Adek sudah siap diminum!

Adudududuh panas!
(Disclaimer: ekspresinya cuma akting kok, gak panas beneran)

Yay, Adek berhasil membuat teh manis sendiri dengan sedikit instruksi dan supervisi Mama. Saya sejujurnya gak menyangka Adek sudah bisa mengambil air panas dengan hati-hati. Enjoy your cup of tea, Dek!

PS: Beberapa menit setelah foto ini, gelasnya kesenggol dan tehnya tumpah semua 😅. Dia langsung menangis histeris dan bilang, "Mau teh lagiiiii...". Mungkin karena bikin sendiri jadi lebih kerasa nyeseknya kalau tumpah ya. Jadi bikin teh lagi deh dia, tetep maunya sendiri dan alhamdulillah lancar seperti trial yang pertama 👍.