Selasa, 13 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 6


Memasuki hari ke-6, tampaknya Adek memimpin posisi dengan jumlah buku paling banyak nih. Soalnya bukunya tipis-tipis 😄. Kali ini senang rasanya melihat lantai kamar yang dipenuhi buku-buku berserakan. Tandanya tadi anak-anak habis baca buku.

Hari ini Adek request dibacakan seri Pull-Push-Slide. Semacam buku yang bisa dimain-mainkan oleh anak-anak, jadi lebih menarik untuk mereka. Buku pertama adalah Busy Garden. Hewan-hewan apa saja yang ada di taman ya? Lalu Adek juga disuruh menghitung jumlah bunga berdasarkan warnanya. Sekalian belajar warna dan angka deh.



Buku kedua adalah Busy Farm. Kali ini kita melihat hewan-hewan dan aktivitas apa saja yang ada di peternakan. Adek sudah hapal semua nama hewan-hewan yang ada dibuku ini. 

Senin, 12 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 5


Sedihnya hari ini karena pulang malam dari kantor, hanya sempat bertemu anak-anak sebentar saja. Selesai saya mandi, Kakak sudah tertidur sebelum saya sempat bertanya apakah sudah menyelesaikan membaca majalah Bobo hari ini. Adek pun sudah kucek-kucek mata tandanya ngantuk. Saya tanya apakah Adek mau dibacakan buku, dia mengangguk-ngangguk sambil memilih buku Sleeping Beauty. Seperti kakaknya, dia juga senang melihat-lihat gambar dan dibacakan buku-buku princess-ey seperti ini. Ceritanya saya ubah-ubah sedikit, misal di cerita aslinya para peri menyampaikan sihir baik untuk Aurora, saya bilang para peri mendoakan hal-hal baik 😅.

PR membaca buku untuk saya masih sama, mencicil Atomic Habits.

Minggu, 11 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 4



Hari ini Adek dibacakan dua buku: Angka-Angka dalam AlQuran dan Seri Allah Selalu Ada Untukku: Allah Ciptakan Tubuhku. Di buku pertama, Adek belajar berhitung dan tracing angka 1-10. Untuk menghubungkan cerita di balik angka-angka yang disebutkan dalam Al-Quran itu saya masih bingung bagaimana cara memberikan penjelasan yang dimengerti oleh Adek 😅. Sepertinya nanti harus balik lagi ke buku itu supaya pesannya sampai - bukan sekedar menghitung 1-10.

Buku kedua lebih mudah membacakannya karena selain banyak gambar yang bisa dia tebak maksudnya, juga relatable dengan bagian-bagian tubuh yang secara konkret dapat dia lihat dan pegang sendiri. Isi bukunya kurang lebih mengarahkan kita untuk memahami bahwa fungsi-fungsi tubuh yang kita miliki diciptakan oleh Allah, dan sebagai rasa syukur kita harus memanfaatkannya untuk beribadah kepada Allah dan melakukan hal-hal baik. Belum tahu sih Adek paham gak maksudnya, tetapi semoga cerita tadi bisa sebagai sounding untuk alam bawah sadarnya.

Kakak gimana? Hari ini lagi gak mood baca katanya. Setelah ketemuan dengan sepupunya dan naik sepeda dengan Abi, di rumah pengennya menggambar. Baiklah, kakak....

Sabtu, 10 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 3

Kombinasi akhir pekan dan persiapan Idul Adha membuat sibuknya gak kalah dari hari kerja 😅. Mama sibuk ke pasar dan rebus ketupat, Abi sibuk tidur *eh, Kakak dan Adek sibuk main sepeda sampai dua kali sehari plus siangnya les piano. Alhamdulillah anak-anak masih sempat membaca (dan dibacakan) majalah. Kakak baca Bobo, Adek dibacakan Adzkia.

Bagian yang paling duluan dibaca oleh Kakak dari Majalah Bobo adalah komik-komiknya  seperti Bona dan Rongrong; Nirmala dan Oki; Paman Kikuk, Husin dan Asta. Kalau cerpen dan dongeng yang panjangnya dua halaman masih lebih suka dibacakan.

Kalau Majalah Adzkia ini sebenarnya untuk usia SD, tapi ada kandungan nilai-nilai Islamnya yang bisa diceritakan ke Adek. Untuk Adek saya bacakan cerita yang pendek-pendek saja, misal cerita kiriman kakak-kakak pembaca yang baru dibelikan kelinci dan yang mengalami kejadian hampir tenggelam. Ada juga bacaan tentang adab makan sesuai kebiasaan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang bisa mulai disounding ke Adek.

Walaupun hari ini belum nambah daun karena belum ada buku dan majalah yang habis dibaca, yang penting hari ini tidak absen dari kegiatan membaca 😊.

Jumat, 09 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 2


Hari kedua adalah edisi princesses untuk Adek. Cinderella, Sleeping Beauty, dan Snow White minta dibacakan oleh dia. Buku-buku princesses ini warisan Kakaknya lho 😁. Walau sudah dekil tapi bukunya masih utuh alhamdulillah.



Kakak membaca tiga buku cerita di perpustakaan sekolah dan dua lagi di rumah. Agak kompetitif ini karena pengen daunnya lebih banyak dari Adek 😁.

Mama gimana? Masih nyicil baca Atomic Habits 😁.

Kamis, 08 Agustus 2019

[Bunsay-Pohon Literasi] Hari 1

Tantangan level 5 ini semakin menarik saja, membuat proyek membaca buku sekeluarga. Mengajak anak-anak membaca insya Allah tidak sulit. Buku sudah tersedia selemari penuh, minat membaca sudah terbangun walaupun gak kaya kutu butu amat. Tantangan besarnya mengajak Abinya membaca buku 😂. Sejak sebelum menikah saya sudah tahu kalau dia tidak terlalu suka membaca. Boro-boro novel, komik aja ngga suka 😁. Sekarang karena tuntutan pekerjaan dan lingkungan paling rutinnya membaca berita online dan press release. Tantangan lainnya, tentu saja memaksa diri saya sendiri menyelesaikan membaca 1 buku 😁. Dulu novel tebal bisa dilahap 1 hari, sekarang buku 400 halaman harus dicicil 5 halaman per hari, itu juga gak tiap hari 😅. Jadi senang juga sih ada tantangan ini. Selain mengingatkan saya untuk tetap rajin mengajak anak-anak membaca buku, juga memecut diri saya sendiri untuk meneruskan membaca buku-buku yang sudah tebal debunya *uhuk.



Di Reading Trackers ini adalah daftar buku-buku yang rencananya akan dibaca dan dibacakan selama periode tantangan. Punya Mama hanya dua karena Mama realistis 😂. Sesuai buku yang lagi dibaca yaitu Atomic Habits, lebih penting membangun kebiasaan-kebiasaan kecil tapi konsisten. Karena saya baru bisa baca malam hari ketika anak-anak tidur, jadi cuma bisa baca beberapa halaman sebelum tidur. Kenapa gak bisa baca pas di perjalanan di kereta, misalnya? Karena megang buku sambil berdiri di kereta penuh itu susah, Mak! Abi masih dikasih tanda tanya dulu deh 😆.


Salah satu tahapan dalam tantangan ini yang exciting tentu saja: membuat Pohon Literasi! Punya anak-anak perempuan yang hobi crafting tentu harus diberdayakan ya. Mama kasi lihat contoh pohon literasi dari Mak Yulita, komentar Kakak, "Itu mah bagus Mah, susah bikinnya!" Hihihihi,,, ya sudah Kakak membuat pohon sebisanya saja. Lalu niat diwarnain dengan teknik gradasi gitu karena di sekolah baru diajarin katanya.



Nah, ini buku-buku yang dibacakan untuk Adek di tantangan hari pertama. Buku-buku ini gak ada di Reading Tracker karena memang ini bukan buku-buku di rumah kita 😅. Pas kebetulan lagi survey kafe untuk kegiatannya Kejar Cantik Sehat, di kafe ini tersedia satu rak isi buku anak-anak. Total 5 buku deh yang minta dibacakan oleh Adek. Sebagai bayi tipe visual-kinestetik, buku yang paling disuka yang seri Buka-Tutup karena tangannya bisa ikut gerak-gerak 😀.


Kakak yang sudah bisa baca sendiri, memilih dua buku ini. Ini buka udah bolak-balik dibaca berkali-kali dan memang pilihannya sendiri ketika ada acara beli buku di Books Day di sekolahnya.


Alhamdulillah, pohon yang tadinya botak sudah mulai muncul daun-daunnya! Daun warna hijau muda menandai buku yang dibaca oleh Kakak, sedangkan daun warna merah menandai buku yang dibacakan untuk Adek.

Kamis, 01 Agustus 2019

[Bunsay-Aliran Rasa] Mengamati dari Ribuan Kilometer Jauhnya

Game Level 4 - Aliran Rasa

Sulitnya level ini bukan hanya dari jenis tantangannya, tapi juga karena momennya. Pas banget 10 hari tantangan pertama saya sedang ada training di luar negeri, yang segala Google dan aplikasi turunannya diblok, Whatsapp untuk kirim gambar apalagi video alamak leletnya 😖. Tadinya pasrah mau rapel di hari-hari terakhir saja pas saya sudah pulang, tapi mamak-mamak di Peer Group 3 nyemangatin tetep posting di 10 hari pertama dengan bantuan pengamatan gaya belajar Adek lewat video call atau cerita dari bapaknya/pengasuhnya aja.

Mungkin aktivitas belajar yang saya ceritakan tidak sesophisticated mamak-mamak lainnya. Saya lebih banyak mengamati aktivitas sehari-harinya saja, yang ternyata bisa ikut menjelaskan juga lho gaya belajar Adek itu dominan visual (dan kinestetik, tapi asumsi saya karena dia masih 3 tahun dan masih berpikir konkret).

Anyway, alhamdulillah setelah memeras ide selama 10 hari, menggali informasi lewat video call, dan kejar tayang buka laptop menjelang tengah malam setelah beres training, bisa juga saya posting di 10 hari pertama. Mau lanjut ke hari 11 dan selanjutnya, jujur saja buntu ide kalau lagi jauh sama Adek gitu 😓.

Balik lagi ke gaya belajar Adek, tantangan 10 hari ini menjadi referensi saya dalam membimbing Adek belajar, yang ternyata memang ga bisa sama dengan cara belajar si Kakak. Tidak menutup kemungkinan juga ke depannya gaya belajarnya akan berubah. PR bagi saya untuk terus mengamati, walaupun hari tantangan sudah berakhir.